ratughibah – Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand yang menjabat pada 2001-2006, resmi menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara. Keputusan ini menimbulkan reaksi beragam, terutama karena rekam jejaknya yang kontroversial. Sejumlah pihak mempertanyakan dampak penunjukan ini terhadap dunia bisnis dan politik.
Kekhawatiran Investor
Beberapa analis ekonomi menilai bahwa kehadiran Thaksin dalam dewan penasihat dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor. Mereka berpendapat bahwa kredibilitas seorang penasihat sangat berpengaruh terhadap kepercayaan dunia usaha. Dengan latar belakangnya yang pernah berhadapan dengan hukum, keputusan ini dinilai bisa mengganggu stabilitas bisnis.
Para investor umumnya mencari lingkungan yang stabil untuk berinvestasi. Jika kehadiran Thaksin dianggap menimbulkan risiko, bukan tidak mungkin ada dampak negatif terhadap keputusan investasi di masa depan. Oleh karena itu, banyak pihak meminta transparansi terkait alasan pemilihannya.
Tantangan bagi Pemerintah
Penunjukan Thaksin juga menimbulkan kritik terhadap pemerintah yang dianggap tidak mempertimbangkan rekam jejaknya secara menyeluruh. Beberapa pihak menilai bahwa seharusnya pemilihan anggota dewan dilakukan dengan lebih selektif, terutama dalam aspek integritas dan dampaknya terhadap reputasi lembaga yang bersangkutan.
Sejak kembali ke Thailand, Thaksin tetap menjadi tokoh yang memiliki pengaruh besar, baik di bidang politik maupun ekonomi. Namun, masa lalunya yang penuh kontroversi membuat banyak orang meragukan apakah ia bisa benar-benar berkontribusi positif dalam perannya sebagai penasihat.
Sejarah dan Kontroversi Thaksin
Sebagai tokoh politik, Thaksin memiliki sejarah panjang di pemerintahan Thailand. Ia dikenal karena kebijakan populisnya yang banyak mendapat dukungan dari masyarakat kelas menengah dan bawah. Namun, pemerintahannya juga diwarnai berbagai tuduhan, termasuk penyalahgunaan kekuasaan, yang berujung pada kudeta militer dan pengasingan.
Setelah bertahun-tahun tinggal di luar negeri, ia akhirnya kembali ke Thailand pada 2023. Kepulangannya disertai dengan berbagai spekulasi mengenai perannya di panggung politik. Meski tidak lagi menjabat sebagai pejabat negara, pengaruhnya masih terasa di berbagai sektor.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Reaksi masyarakat terhadap penunjukan ini terbelah. Sebagian mendukung keputusan tersebut karena menilai Thaksin memiliki pengalaman luas yang dapat membantu pengambilan kebijakan strategis. Namun, ada juga yang menilai bahwa langkah ini justru dapat menurunkan kredibilitas Danantara di mata investor dan masyarakat luas.
Dalam situasi ini, pemerintah dan Danantara perlu memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai peran Thaksin dalam lembaga tersebut. Langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan politik juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut.