Hamas, kelompok militan Palestina yang menguasai Jalur Gaza, sering menggunakan berbagai taktik perang yang memungkinkan mereka melawan Israel meskipun dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit dan peralatan militer yang lebih sederhana. Berikut adalah beberapa taktik yang biasa digunakan oleh Hamas dalam konflik mereka dengan Israel:
- Serangan Roket dan Mortir:
- Hamas secara rutin meluncurkan roket dan mortir dari Gaza ke wilayah Israel. Roket ini sering kali ditembakkan secara massal untuk mengatasi sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome, yang dirancang untuk mencegat dan menghancurkan roket yang masuk.
- Terowongan Serangan:
- Hamas membangun jaringan terowongan bawah tanah yang luas di bawah perbatasan Gaza-Israel. Terowongan ini digunakan untuk menyusup ke wilayah Israel, melakukan serangan mendadak, menyelundupkan senjata, dan menghindari serangan udara Israel.
- Serangan Gerilya:
- Taktik gerilya seperti serangan mendadak terhadap patroli atau pos militer Israel, penyergapan, dan penanaman alat peledak improvisasi (IED) di sepanjang rute patroli digunakan untuk melemahkan kekuatan militer Israel.
- Penggunaan Perisai Manusia:
- Hamas sering dituduh menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia untuk melindungi pejuang mereka dari serangan Israel, dengan menempatkan infrastruktur militer di daerah padat penduduk, rumah sakit, atau sekolah.
- Propaganda dan Perang Psikologis:
- Hamas juga terlibat dalam perang informasi dan propaganda untuk mempengaruhi opini publik, baik di dalam negeri maupun internasional. Mereka menggunakan media sosial, video propaganda, dan pernyataan publik untuk membangkitkan semangat juang dan menanamkan ketakutan di pihak lawan.
- Drone dan Teknologi Modern:
- Hamas telah mulai menggunakan drone untuk pengintaian dan serangan. Meskipun teknologi mereka lebih sederhana dibandingkan dengan Israel, penggunaan drone memungkinkan mereka untuk mengumpulkan intelijen dan melancarkan serangan dengan
- risiko minimal bagi pejuang mereka.
Dengan memanfaatkan kombinasi taktik ini, Hamas berusaha untuk mengimbangi superioritas militer Israel dan tetap relevan dalam konflik yang berlangsung lama ini. Meskipun memiliki sumber daya yang terbatas, penggunaan strategi asimetris memungkinkan mereka untuk terus menantang Israel dalam berbagai cara.