ratughibah – Keluarga mendiang Kim Sae Ron baru-baru ini mengadakan konferensi pers di Seoul pada Kamis (27/3) pukul 13.30 KST. Acara ini digelar untuk mengungkap fakta mengejutkan terkait skandal percakapan antara Kim Sae Ron dan aktor Kim Soo Hyun. Ditemani kuasa hukumnya, Bu Ji Seok, keluarga merilis bukti berupa tangkapan layar chat yang berasal dari 26 Juni 2016.
Menurut Bu Ji Seok, chat tersebut merupakan hasil temuan dari penyelidikan forensik yang dilakukan pada perangkat milik mendiang Kim Sae Ron. Dari hasil pemeriksaan, percakapan itu terjadi saat Kim Sae Ron masih berusia 17 tahun, yang menurut undang-undang Korea Selatan tergolong di bawah umur. Fakta ini langsung mengundang sorotan publik karena sebelumnya Kim Soo Hyun selalu menyangkal adanya hubungan ketika Sae Ron masih remaja.
Bukti Chat yang Mengguncang Publik
Dalam konferensi pers tersebut, Bu Ji Seok menjelaskan bahwa chat tersebut berisi percakapan personal antara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron. Interaksi yang ada dalam chat itu memperlihatkan hubungan yang cukup dekat dan intim antara keduanya. Munculnya bukti ini langsung memicu spekulasi di kalangan masyarakat, terutama karena klaim sebelumnya dari Kim Soo Hyun dan agensinya yang menyatakan hubungan baru terjadi pada 2019.
Pengakuan dari agensi Gold Medalist menyebut bahwa hubungan mereka dimulai pada musim panas 2019 hingga musim gugur 2020, setelah Sae Ron dianggap sudah dewasa. Namun, bukti terbaru ini justru membantah pernyataan tersebut dan membuat masyarakat mempertanyakan kredibilitas klarifikasi sebelumnya.
Dugaan Kebohongan dan Reaksi Netizen
Sejak berita ini mencuat, berbagai reaksi datang dari netizen yang merasa kecewa dan marah terhadap aktor papan atas itu. Banyak yang merasa dibohongi karena klarifikasi sebelumnya tidak sesuai dengan bukti yang baru saja diungkap. Tagar #JusticeForSaeRon pun langsung menjadi tren di media sosial sebagai bentuk dukungan kepada mendiang Kim Sae Ron.
Tidak sedikit pula yang menuntut adanya penyelidikan lebih lanjut agar kebenaran dapat diungkap secara menyeluruh. Beberapa penggemar yang awalnya membela Kim Soo Hyun mulai meragukan kejujurannya, apalagi setelah bukti forensik memperlihatkan fakta yang bertolak belakang dengan pernyataan sebelumnya.
Pihak Agensi Terdesak untuk Memberikan Klarifikasi
Situasi ini membuat agensi Gold Medalist berada dalam posisi sulit. Publik mendesak agar pihak agensi memberikan klarifikasi yang lebih jujur dan transparan mengenai skandal ini. Banyak pihak yang menganggap bahwa upaya menutupi fakta hanya akan memperburuk citra sang aktor dan agensinya.
Beberapa pakar hukum menyebut bahwa apabila benar ada pelanggaran hukum, Kim Soo Hyun dapat menghadapi tuntutan serius. Sebab, bukti chat ini menjadi dasar kuat untuk melakukan investigasi lebih lanjut. Hingga kini, pihak Gold Medalist belum memberikan tanggapan resmi terkait bukti yang telah diungkap oleh keluarga Kim Sae Ron.
Dampak pada Karier Kim Soo Hyun
Kontroversi ini diperkirakan akan membawa dampak besar pada karier Kim Soo Hyun. Proyek film dan iklan yang melibatkan namanya mungkin akan dibatalkan atau ditunda akibat skandal ini. Citra baik yang selama ini melekat pada sosoknya pun langsung tercoreng.
Sejumlah perusahaan yang bekerja sama dengan Kim Soo Hyun dilaporkan sedang mengevaluasi kontrak mereka, mengantisipasi potensi kerugian akibat sorotan negatif publik. Beberapa brand bahkan telah mulai menghapus gambar dan promosi yang menampilkan dirinya.
Tuntutan Publik untuk Penyelidikan Lanjutan
Dengan skandal ini yang terus memanas, banyak pihak menyerukan agar dilakukan penyelidikan menyeluruh. Transparansi dan keadilan menjadi hal yang paling diharapkan oleh masyarakat. Tidak sedikit yang meminta agar hukum ditegakkan tanpa memandang status atau popularitas sang aktor.
Kasus ini jelas menjadi ujian besar bagi Gold Medalist dalam menangani krisis manajemen artisnya. Publik berharap agar kebenaran dapat diungkap tanpa ada manipulasi atau upaya menutup-nutupi fakta. Skandal ini akan terus menjadi perhatian hingga adanya kejelasan dan langkah tegas dari pihak berwenang.